
Kegiatan kokurikuler bersinergi dengan program Adiwiyata (Doc. Tim T.I)
Istilah kokurikuler menurut KBBI adalah kegiatan belajar yang mendukung kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat, mendalami, atau memperkaya intrakurikuler demi pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Contohnya seperti penugasan yang bertujuan memperdalam pemahaman materi yang diterima siswa dalam pembelajaran intrakurikuler. Dalam panduan Kokurikuler yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kokurikuler dimaksudkan
untuk membuka ruang yang lebih fleksibel bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan menanamkan nilai-nilai yang dimiliki oleh satuan pendidikan.
Pelaksanaan kegiatan kokurikuler bersifat fleksibel. Kegiatan kokurikuler dapat berbentuk :
- pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, yang merupakan kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid.
- Kegiatan Kokurikuler melalui Gerakan 7KAIH, yaitu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang berbasis kebiasaan dan pembelajaran mendalam yang mengedepankan pembelajaran berkesadaran
(mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). - Kegiatan Kokurikuler melalui cara lainnya. Bentuk kegiatan kokurikuler dalam kategori cara lainnya berupa kegiatan kokurikuler ciri khas satuan pendidikan berbasis konteks lokal dan kegiatan-kegiatan berbasis nilai-nilai satuan pendidikan, dan kegiatan satu disiplin ilmu yang dalam aktivitasnya terjadi kolaborasi beragam keilmuan dan keahlian.
Pada semester ganjil tahun pelajaran 2025-2026, bentuk kegiatan kokurikuler di SMP Negeri 2 Papar adalah kegiatan kokurikuler melalui cara lainnya, yang dikolaborasikan dengan program Adiwiyata sekolah. Tema kokurikuler semester ganjil ini adalah Peduli Lingkungan, Hijaukan Sekolah, Sehatkan Lingkungan Kita, dengan alokasi waktu 120 JP sesuai dengan jumlah jam pembelajaran kokurikuler yang ada dalam struktur kurikulum.
Terkait tema kokurikuler tersebut, identifikasi masalah di lingkungan SMP Negeri 2 Papar adalah kurangnya pemanfaatan ruang hijau di sekolah, optimalisasi penanganan sampah plastik dan organik, dan perlunya peningkatan kesadaran siswa tentang tanaman obat keluarga yang sangat bermanfaat untuk mengurangi obat berbahan kimia.
Tahapan projek yang dilakukan dengan pendampingan para guru merupakan serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan kompos dan bibit TOGA maupun pengumpulan sampah plastik untuk didaur ulang. Sampah plastik yang akan didaur ulang terkait penanaman TOGA adalah galon bekas air mineral yang tentu saja sangat banyak di sekolah. Pembuatan pot dari sampah galon air mineral tersebut dilakukan oleh setiap siswa yang bergabung dalam satu kelompok penanaman TOGA.



Kegiatan di lapangan terkait penanaman TOGA, cek kondisi tanaman dan perawatan tanaman.(Doc. Pribadi)
Melalui kegiatan diskusi informasi, pengamatan dan aksi di lapangan, pemahaman dan ketrampilan siswa terkait bertanam dan perawatan tanaman terus diasah. Demikian juga pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup, baik lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah terus ditingkatkan, sehingga melalui kegiatan kokurikuler yang berkolaborasi dengan program Adiwiyata ini, diharapkan dapat tercapai Dimensi Profil Lulusan yang ditetapkan, yaitu Kewargaan, Kreativitas dan Kolaborasi. (Hst)





